RIAUTODAYS, Kuantan Tengah – Di era digital yang bergerak secepat kilat, kemampuan membaca dan menulis saja tidak lagi cukup.
Bagi siswa SMP hingga SMA sederajat di Kecamatan Kuantan Tengah, penguasaan literasi digital melalui jurnalistik dan pembuatan konten (content creating) kini telah bertransformasi dari sekadar hobi menjadi kompetensi wajib.
Menurut Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, Ketua Forum Literasi Kuansing sekaligus seorang penulis dan motivator nasional, dunia pendidikan saat ini harus adaptif terhadap perubahan teknologi.
"Siswa kita bukan lagi penonton sejarah, tapi pembuat sejarah melalui jempol dan kreativitas mereka. Pelatihan jurnalistik dan konten kreator adalah kunci agar mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi produsen karya yang inspiratif," ujar sosok yang juga dikenal sebagai pebisnis dan kreator konten ini.
Mengapa Pelatihan Ini Penting bagi Siswa di Kuantan Tengah?
Ronaldo Rozalino menekankan empat poin utama mengapa sekolah-sekolah di wilayah Kuantan Tengah (baik formal maupun madrasah) harus mulai serius menggarap bidang ini:
1. Membangun Keterampilan Berpikir Kritis.
Jurnalistik mengajarkan siswa untuk melakukan verifikasi sebelum berbagi informasi. Di tengah maraknya hoax, kemampuan melakukan riset dan cek fakta sangat krusial. Siswa diajak untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang (objektif).
2. Digital Branding dan Peluang Karier.
Sebagai seorang Business Owner, Ronaldo melihat bahwa personal branding dimulai sejak dini. Melalui pembuatan konten yang positif di media sosial, siswa belajar membangun reputasi digital yang baik. Ini adalah aset berharga saat mereka memasuki dunia kerja atau membangun usaha sendiri nantinya.
3. Mengasah Kepercayaan Diri dan Komunikasi.
Seorang jurnalis harus berani bertanya, sementara konten kreator harus mampu bercerita (storytelling). Kombinasi keduanya melatih public speaking dan kepercayaan diri siswa, yang merupakan inti dari motivasi diri.
4. Melestarikan Budaya Lokal Kuantan Singingi.
Kuantan Tengah memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata yang luar biasa. Melalui tulisan jurnalistik dan video kreatif siswa, potensi daerah seperti Pacu Jalur, kuliner khas, hingga kearifan lokal dapat dipromosikan ke tingkat global.
Menuju Kurikulum Literasi yang Menyenangkan
Ronaldo Rozalino mengajak para kepala sekolah dan guru di Kuantan Tengah untuk menciptakan ekosistem literasi yang menarik. Bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan praktik langsung di lapangan.
Jurnalistik: Mengaktifkan mading sekolah, buletin, hingga portal berita sekolah berbasis web.
Konten Kreator: Mengajarkan teknik pengambilan video, editing sederhana menggunakan ponsel, hingga etika berkomunikasi di media sosial.
Pesan Penutup dari Ronaldo Rozalino
Sebagai penutup, Ketua Forum Literasi Kuansing ini memberikan motivasi singkat bagi seluruh siswa di Kuantan Tengah:
"Setiap orang punya cerita, tapi hanya mereka yang menulis dan mengemasnya dengan kreatiflah yang akan diingat. Jangan biarkan layar ponselmu hanya untuk scrolling tanpa tujuan. Mulailah menulis, mulailah berkarya, dan jadilah cahaya literasi bagi Kabupaten Kuantan Singingi."
Penulis: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Ketua Forum Literasi Kuansing, Penulis, Guru SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Konten Kreator Riau, Motivator, Bisnis Owner)

