Pustu di Dusun Sialang Berubah Jadi “Rumah Hantu”, Warga Minta Pemda dan Dinkes Segera Turun Tangan

Dok. Riautodays (RTS)


RIAUTODAYS, Batang Tuaka - Harapan warga Dusun Sialang Dalam, Desa Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, kini berubah menjadi kekecewaan.

Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sempat menjadi angin segar bagi pelayanan kesehatan masyarakat, kini disebut warga tak ubahnya seperti “sarang hantu”.

Bangunan yang diperkirakan dibangun sekitar 5 tahun yang lalu itu awalnya membawa harapan besar. Letak Dusun Sialang yang cukup jauh dan akses infrastruktur yang sulit menuju ibu kota desa membuat keberadaan Pustu menjadi solusi vital, terutama untuk pelayanan medis dasar dan keadaan darurat.

“Dulu sempat aktif beberapa bulan. Peralatannya juga sudah lumayan lengkap. Kalau ada luka yang harus dijahit atau kasus urgent lainnya, kami sangat terbantu,” ungkap salah seorang warga kepada media ini, Senin (23/2/2026).

Namun, aktivitas itu tak berlangsung lama. Seiring waktu, bangunan tersebut perlahan tak lagi difungsikan. Kini, kondisi Pustu terlihat sepi tanpa aktivitas, fasilitas yang ada dibiarkan begitu saja, dan halaman mulai tak terurus. Warga pun menyebutnya dengan nada getir sebagai “rumah hantu”.

“Kami kecewa. Berapa uang negara yang dihabiskan untuk bangun ini? Kalau memang dibangun untuk membantu masyarakat, kenapa sekarang dibiarkan seperti ini?” tambahnya.

Keberadaan Pustu sejatinya merupakan perpanjangan tangan dari Puskesmas induk dalam memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama kepada masyarakat desa dan dusun terpencil. Jika tidak difungsikan, dampaknya bukan hanya pada bangunan yang terbengkalai, tetapi juga pada hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak.

Warga Dusun Sialang berharap Pemerintah Desa Sungai Dusun, pihak kecamatan, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Apakah terkendala tenaga medis? Anggaran operasional? Atau persoalan administrasi lainnya?

Bangunan yang berdiri kokoh namun kosong tanpa pelayanan bukan hanya menjadi simbol pemborosan anggaran, tetapi juga cerminan perencanaan yang tidak matang. Jika dibiarkan berlarut, bukan tak mungkin fasilitas yang awalnya lengkap akan rusak dan tak lagi layak pakai.

Kini, masyarakat Dusun Sialang menunggu jawaban dan tindakan nyata. Apakah Pustu tersebut akan diaktifkan kembali demi pelayanan kesehatan warga, atau justru akan terus menjadi bangunan sunyi yang menyimpan kekecewaan?

Keputusan ada di tangan pemangku kebijakan. Namun bagi warga, kesehatan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak