LAMR Inhil Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1446 H, Teguhkan Jati Diri Melayu Berlandaskan Islam


RIAUTODAYS, TEMBILAHAN - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar peringatan Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Balai Adat LAMR, Tembilahan, Kamis (15/1/2026). 

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Inhil, Datuk Seri Asmadi, bersama jajaran pengurus. 

Hadir pula Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Inhil, Datuk Muammar Khadafi. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fajar Husien.
Turut hadir Kepala Pengadilan Agama Tembilahan, perwakilan Kementerian Agama Inhil, Kepala Kejaksaan Negeri, perwakilan Polres Inhil, Kodim Inhil, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh lintas etnis dan paguyuban yang memberikan apresiasi atas inisiatif LAMR dalam memperingati momentum besar keagamaan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua DPH LAMR Inhil, Datuk Seri Asmadi, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat keimanan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan jati diri Melayu yang berakhlak, beradat, dan berpegang teguh pada ajaran Islam.
“Bagi masyarakat Melayu, adat dan agama adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita kembali diingatkan pada filosofi Adat Bersandi Syara’, Syara’ Bersandi Kitabullah. Nilai-nilai ini harus terus mengakar dalam setiap gerak langkah lembaga adat dan kehidupan masyarakat,” ujar Datuk Seri Asmadi.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai sumber inspirasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjaga marwah dan nilai-nilai adat Melayu di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sementara itu, H. Fajar Husien saat membacakan sambutan tertulis Bupati Indragiri Hilir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas peran aktif LAMR Inhil yang tidak hanya berfokus pada pelestarian adat dan budaya, tetapi juga turut membangun mental dan spiritual masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kehadiran LAMR sebagai mitra strategis pemerintah diharapkan terus menjaga harmoni dan menjadi perekat ukhuwah Islamiyah di Negeri Hamparan Kelapa Dunia,” ungkapnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh penceramah asal Pekanbaru, Ustadz H. Sofwan Muhajir, S.Ag., M.Ag. Dalam ceramahnya, ia mengulas hikmah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, khususnya terkait perintah salat. 

Ia mengajak seluruh hadirin menjadikan salat sebagai sarana transformasi diri menuju pribadi yang beradab, berakhlak mulia, dan berkepribadian Islami.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan Kabupaten Indragiri Hilir. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi bukti komitmen LAMR Inhil dalam menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Sebagai informasi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir merupakan lembaga yang bergerak dalam pelestarian adat istiadat, budaya, serta nilai-nilai luhur Melayu, sekaligus berperan aktif dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan di wilayah Indragiri Hilir. (*/R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak