Di Bulan Puasa, Polsek Tempuling, Koramil 03/Tempuling, Pihak Perusahaan serta MPA Berjibaku Padamkan Titik Api di Dua Kelurahan dan Satu Desa


RIAUTODAYS, Tempuling – Di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Polsek Tempuling bersama masyarakat bergerak cepat melakukan verifikasi, pemadaman serta pendinginan sejumlah titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning di wilayah Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kegiatan tersebut dipimipin oleh Kapolsek Tempuling, IPTU Deni Atma Saputra, SH., MH, dengan melibatkan personel Polsek Tempuling, Koramil 03/Tempuling, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan serta masyarakat setempat.

Beberapa lokasi yang menjadi titik penanganan hotspot berada di Desa Mumpa, Kelurahan Sungai Salak dan Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kecamatan Tempuling. 

Dari hasil verifikasi di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan perkebunan milik masyarakat yang sebagian besar sudah produktif, baik kebun kelapa maupun kebun sawit.


Di Desa Mumpa, tepatnya di RT 02 RW 05 Parit 2, tim menemukan lahan bekas terbakar dengan luas sekitar seperempat hektare. 

Lahan tersebut merupakan tanah gambut dengan kedalaman sekitar satu meter yang berada di wilayah dataran rendah. 

Setelah dilakukan pengecekan serta pendinginan menggunakan mesin robin dan alat semprot, petugas memastikan tidak ada lagi titik api maupun asap yang tersisa.

Sementara itu, di wilayah Parit Minang RT 020 RW 008 Kelurahan Sungai Salak, tim gabungan melakukan verifikasi dan pendinginan pada lahan kebun kelapa milik masyarakat dengan luas sekitar satu hektare. 

Proses pemadaman dilakukan menggunakan mesin air dan selang, dibantu personel MPA, masyarakat serta pihak perusahaan sekitar.

Penanganan juga dilakukan di Parit 3 RT 003 RW 001 Kelurahan Pangkalan Tujuh, di mana kebakaran melanda lahan kebun kelapa milik masyarakat dengan luas sekitar dua hektare. 

Tim gabungan berupaya memadamkan api serta membuat sekat agar kebakaran tidak meluas ke area sekitar.

Kapolsek Tempuling, IPTU Deni Atma Saputra, SH., MH, mengatakan setiap informasi hotspot yang terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning langsung ditindaklanjuti oleh personel dengan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

“Setiap hotspot yang terpantau langsung kami verifikasi di lapangan bersama personel, MPA, TNI dan masyarakat. Langkah cepat ini dilakukan agar api tidak meluas dan dapat segera dikendalikan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara dibakar, karena selain berbahaya bagi lingkungan juga dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

“Apalagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat setempat,” tambahnya.

Meski menghadapi sejumlah hambatan seperti akses jalan menuju lokasi yang harus melalui kebun masyarakat, kondisi jalan berlumpur, sumber air yang jauh serta keterbatasan sinyal komunikasi, tim gabungan tetap berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan hingga kondisi api dapat dikendalikan.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran dan dugaan pelaku, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak