Sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, Bupati langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan logistik darurat kepada para korban.
Berdasarkan data terbaru, dampak kebakaran tergolong cukup masif dengan total 106 rumah terdampak, yang terdiri dari:
- 79 unit rumah hangus terbakar (rata dengan tanah)
- 9 unit rumah rusak berat
- 19 unit rumah rusak ringan
Menanggapi skala bencana tersebut, Bupati Herman memerintahkan agar bantuan pangan segera didistribusikan guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
BPBD Inhil telah menyalurkan sebanyak 106 paket bantuan, masing-masing untuk setiap kepala keluarga terdampak, dengan rincian isi paket sebagai berikut:
1. Beras 5 kg
2. Gula 1 kg
3. Ikan kaleng 1 kaleng
4. Mi instan 1 kardus
5. Minyak goreng 1 liter
6. Susu kaleng 1 kaleng
7. Teh celup
Bupati Herman menegaskan bahwa bantuan tahap awal ini merupakan langkah awal dari upaya penanganan bencana.
Saat ini, ia tengah memimpin langsung koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Baznas Kabupaten Inhil, serta menjalin komunikasi intensif dengan Dinsos Provinsi Riau dan Baznas Provinsi Riau.
“Kami merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di Pulau Kijang. Saat ini fokus utama adalah memastikan warga tidak kekurangan bahan makanan. Saya sedang berkoordinasi dengan pihak provinsi agar bantuan yang mengalir ke Pulau Kijang bisa lebih maksimal dan komprehensif,” ujar Bupati Herman.
Melihat besarnya kerugian materiil yang dialami masyarakat, Bupati juga mengajak seluruh elemen, termasuk pelaku usaha dan masyarakat luas, untuk turut membantu.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Saya sangat mengharapkan kepedulian dari pihak perusahaan yang beroperasi di Inhil serta kedermawanan seluruh masyarakat untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Pulau Kijang. Solidaritas kita adalah kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” pungkasnya. (*/R)

