RIAUTODAYS, INHIL – Dugaan terkait biaya persalinan yang mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta di salah satu desa yang berada di Kecamatan Kateman kini mencuat.
Melalui laporan warga, media ini mendapat kabar bahwa diduga oknum bidan disalah satu desa membantu persalinan seorang warga sebesar Rp 10 jt sampai Rp 20 jt dan hanya membantu memotong tali pusar di kenai biaya Rp 7 jt.
Saat dikonfirmasi awak media, Kapustu menegaskan bahwa tidak ada tarif persalinan normal sebesar Rp10 juta.
Namun, ia menyebut masih perlu menelusuri apakah nominal tersebut berasal dari pelayanan atau pengobatan lain di luar persalinan.
“Tidak ada tarif persalinan normal 10 juta, tapi harus ditelusuri apakah mungkin ada berobat yang lainnya selain persalinan,” Ujarnya, 19 September 2026.
Pernyataan ini sekaligus membuka pertanyaan baru, jika bukan tarif persalinan, lalu untuk pelayanan apa masyarakat sampai mengeluarkan biaya Rp10–20 juta?
Publik kini menunggu penjelasan dan rincian biaya secara transparan dari Pustu/Puskesmas maupun Dinas Kesehatan Inhil.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait. (*/R)
