RIAUTODAYS, Tembilahan - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (9/9/2026).
Audiensi yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Inhil tersebut membahas sejumlah hal terkait pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2026, termasuk mekanisme pelaksanaan, pembiayaan, pembinaan peserta, hingga persiapan menghadapi OMI tingkat Provinsi Riau.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh PLH. Kakan Kemenag Inhil, H. Indra Sabarianto, S.Pd.I., M.A., Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) H. Zainal Abidin beserta jajaran dan anggota, Panitia Penyelenggara OMI Kabupaten Indragiri Hilir, serta Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Inhil.
Dari pihak PC GP Ansor Inhil, audiensi dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Inhil, Muhammad Suyuti, S.Pd.I, bersama jajaran pengurus.
Dalam audiensi tersebut, PC GP Ansor Inhil menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian terkait pelaksanaan OMI, mulai dari mekanisme kegiatan, keterlibatan madrasah, hingga aspek pembiayaan dan teknis penyelenggaraan di tingkat kabupaten.
Ketua PC GP Ansor Inhil, Muhammad Suyuti, S.Pd.I, mengatakan bahwa audiensi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi GP Ansor terhadap penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Kami hadir untuk berdialog dan mendapatkan penjelasan secara langsung. Prinsip kami, OMI merupakan kegiatan positif yang harus kita dukung, terutama karena memberikan ruang bagi anak-anak madrasah untuk berprestasi. Namun, tentu pelaksanaannya harus transparan, sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muhammad Suyuti.
Salah satu hal yang turut menjadi pembahasan dalam audiensi adalah mengenai sumber dan mekanisme pembiayaan kegiatan OMI. GP Ansor menilai kejelasan mengenai pembiayaan penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat madrasah maupun di tengah masyarakat.
Kemenag Jelaskan Tahapan dan Tugas Komite OMI Kabupaten
Menanggapi hal tersebut, PLH. Kakan Kemenag Inhil, H. Indra Sabarianto, S.Pd.I., M.A., bersama jajaran memberikan penjelasan mengenai persiapan, mekanisme dan tahapan pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Indragiri Hilir.
Dari pihak Kemenag dan Panitia Komite OMI Kabupaten Inhil dijelaskan bahwa tugas Komite OMI Kabupaten tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan seleksi di tingkat kabupaten.
Komite OMI Kabupaten juga memiliki tugas untuk mempersiapkan pembinaan serta pengiriman peserta terbaik untuk mengikuti kompetisi OMI di tingkat Provinsi Riau.
Berdasarkan penjelasan dalam audiensi, dari masing-masing bidang studi akan dipilih tiga peserta terbaik untuk dibina dan dipersiapkan mengikuti OMI tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di MAN 2 Pekanbaru.
Untuk mengikuti ajang tingkat provinsi tersebut, Komite OMI Kabupaten Inhil akan mengutus sebanyak 33 peserta, 33 guru pendamping, serta panitia ke Pekanbaru.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan OMI Kabupaten tidak berhenti pada proses seleksi tingkat kabupaten, tetapi dilanjutkan dengan tahapan pembinaan dan persiapan peserta yang akan mewakili Kabupaten Indragiri Hilir pada tingkat Provinsi Riau.
Dasar Pelaksanaan dan Pembiayaan
Dalam audiensi tersebut, pihak Kemenag juga menyampaikan bahwa pelaksanaan OMI tahun 2026 memiliki dasar regulasi berupa Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Kepdirjen Pendis) Nomor 6843 Tahun 2026 tanggal 18 Agustus 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026.
Ketentuan tersebut menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan kegiatan OMI tahun 2026, termasuk menjadi acuan dalam penyelenggaraan dan pembiayaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bentuk klarifikasi dari pihak Kemenag kepada PC GP Ansor Inhil mengenai landasan pelaksanaan OMI serta tahapan kegiatan yang harus dilalui, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) H. Zainal Abidin beserta jajaran dan Panitia Penyelenggara OMI Kabupaten Indragiri Hilir turut memberikan informasi terkait teknis dan persiapan pelaksanaan kegiatan di tingkat kabupaten.
GP Ansor Tegaskan Tidak Menghambat Kegiatan OMI Kabupaten
Audiensi berlangsung dalam suasana dialog dan pertukaran informasi. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, PC GP Ansor Inhil juga membuka ruang komunikasi dengan pihak Kemenag untuk memastikan berbagai hal terkait pelaksanaan OMI dapat dipahami secara bersama.
Muhammad Suyuti menegaskan bahwa GP Ansor Inhil tidak bermaksud menghambat pelaksanaan OMI.
“Sekali lagi, kami mendukung OMI dan prestasi siswa madrasah. Yang kami inginkan adalah bagaimana kegiatan ini dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, transparan, objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
PC GP Ansor Inhil berharap komunikasi antara organisasi kepemudaan, masyarakat dan Kementerian Agama dapat terus dibangun secara konstruktif. Apabila terdapat persoalan atau hal yang membutuhkan penjelasan, diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme yang sesuai.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam mendukung pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Indragiri Hilir agar berjalan tertib, transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan peserta didik serta kemajuan madrasah.
Dengan adanya penjelasan dari pihak Kemenag dan Panitia OMI Kabupaten, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tahapan kegiatan, pembinaan peserta, keberangkatan kontingen ke tingkat provinsi, serta dasar pelaksanaan dan pembiayaan OMI tahun 2026. (*/R)
