Jalan Perhentian Luas-Logas yang menjadi akses utama warga tersebut dipenuhi lubang, terutama di sejumlah titik tanjakan ekstrem yang sangat membahayakan pengguna jalan.
Keluhan paling terasa datang dari anak-anak sekolah dan para guru yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut.
Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa turun dari kendaraan untuk mendorong motor secara bersama-sama, khususnya saat melewati tanjakan yang licin dan berlubang.
“Kalau hujan, kondisinya jauh lebih parah. Jalan jadi berlumpur, licin, dan sulit dilalui. Anak-anak sampai harus gotong royong dorong motor,” ungkap salah seorang warga, Jum'at (3/3/2026).
Tak hanya pelajar, para ibu rumah tangga dan masyarakat umum juga merasakan dampak serupa. Aktivitas sehari-hari menjadi terhambat, bahkan berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Musim hujan yang mulai intens belakangan ini semakin memperburuk keadaan. Lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air, sehingga sulit terlihat dan kerap menyebabkan kendaraan terperosok.
Masyarakat Desa Logas Tanah Darat berharap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi segera turun tangan untuk melakukan perbaikan.
Mereka meminta adanya perhatian serius dan langkah cepat agar akses jalan kembali layak digunakan.
“Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Kami berharap pemerintah segera bertindak,” tegas warga lainnya.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar seperti jalan memiliki peran vital dalam menunjang pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dampaknya akan semakin luas dan merugikan masyarakat setempat. (D/B/R)
