Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati HUT ke-69 Provinsi Riau, Pemerintah Desa Pasenggerahan bersama Tim Penggerak PKK menggelar rangkaian perlombaan yang berlangsung meriah dan penuh kreativitas.
Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah.
Di balik kemeriahannya, terselip pesan kuat tentang gotong royong, persatuan, pelestarian budaya dan keberanian masyarakat untuk tampil menunjukkan potensi terbaiknya.
Sejumlah perlombaan digelar, mulai dari Lomba Antar-Dasa Wisma, Lomba Puisi, Lomba Paduan Suara hingga Fashion Show Pakaian Adat.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Masing-masing peserta tampil dengan persiapan terbaik. Ada yang mengandalkan kekompakan kelompok, ada yang menunjukkan kemampuan olah vokal, sementara peserta fashion show tampil percaya diri mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.
Pakaian Adat Jadi Magnet Perhatian
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Fashion Show Pakaian Adat.
Panggung perlombaan seakan berubah menjadi miniatur Indonesia. Peserta tampil mengenakan busana adat dengan berbagai corak dan karakter, memperlihatkan bahwa keberagaman budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi masih hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat.
Sorak-sorai dan tepuk tangan warga pun pecah setiap kali peserta melangkah di hadapan dewan juri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mengenalkan keberagaman budaya kepada generasi muda.
Dasa Wisma Hidupkan Semangat Gotong Royong
Sementara itu, Lomba Antar-Dasa Wisma menjadi cermin kuatnya kebersamaan masyarakat Desa Pasenggerahan.
Setiap kelompok tidak hanya dituntut tampil maksimal, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan kerja sama. Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
Begitu pula dengan Lomba Puisi dan Paduan Suara. Seni dijadikan medium untuk mengekspresikan rasa cinta kepada tanah air sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Dari Desa, Semangat Kemerdekaan Terus Menyala
Momentum HUT RI ke-81 dan HUT Provinsi Riau ke-69 di Desa Pasenggerahan akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat, tempat kreativitas tumbuh, budaya diperkenalkan, dan semangat persaudaraan kembali diteguhkan.
Dari sebuah desa di Kabupaten Indragiri Hilir, pesan kemerdekaan itu terasa sederhana namun kuat:
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat hari ini terus menjaga persatuan, merawat budaya dan membangun kebersamaan.
Dan di Desa Pasenggarehan, semangat itu dirayakan dengan cara yang paling dekat dengan masyarakat yaitu berkumpul, berkarya, bergembira dan menjaga budaya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Dirgahayu Provinsi Riau ke-69.
Dari Pasenggerahan, untuk Indonesia.



