Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Anak Sehat, Inhil Hebat” yang berlangsung di Kabupaten Indragiri Hilir pada 26–27 September 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi mini workshop, webinar, parenting berupa penyuluhan dan konseling, pemeriksaan jantung anak, serta pemeriksaan tumbuh kembang dan gizi.
Salah satu kegiatan utama digelar di RSUD Puri Husada Tembilahan, Minggu (27/9/2026), dengan layanan skrining penyakit jantung anak menggunakan echocardiography atau USG jantung.
Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis anak dan konsultan jantung anak, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara tenaga medis IDAI Riau dengan jajaran RSUD Puri Husada.
Kunjungan Pasien Anak Hampir Dua Kali Lipat
Penguatan layanan kesehatan anak menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pasien yang datang ke RSUD Puri Husada.
Data rumah sakit menunjukkan kunjungan Poliklinik Anak meningkat dari 2.263 kunjungan pada 2022 menjadi 4.152 kunjungan pada 2025.
Sementara kunjungan Perawatan Anak meningkat dari 1.103 menjadi 1.314 kunjungan dalam periode yang sama.
Direktur UPTD RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. H. Firman Nurdiansyah, M.Ked., Sp.THT-KL., M.M., mengatakan peningkatan kunjungan tersebut menjadi tantangan bagi rumah sakit untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.
“Peningkatan kunjungan ini tentu harus diikuti dengan penguatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, kecepatan, keramahan, serta keterpaduan pelayanan kesehatan anak,” ujar Firman.
Menurutnya, dukungan dokter spesialis anak dan IDAI Riau menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan anak di Indragiri Hilir.
Bukan Sekadar Pemeriksaan
Firman mengatakan kegiatan I-CARE memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Kehadiran dokter spesialis dan konsultan juga menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan RSUD Puri Husada untuk bertukar pengetahuan, pengalaman dan meningkatkan kompetensi.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi ilmu, pengalaman, inovasi, sekaligus pengembangan kompetensi tenaga kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, RSUD Puri Husada akan terus melakukan pembenahan melalui pemanfaatan teknologi kesehatan, pendidikan dan pelatihan tenaga medis, serta penguatan pelayanan yang terintegrasi.
Lebih dari 360 Anak Mendapat Pelayanan
Program I-CARE IDAI Riau juga menjangkau masyarakat di luar Tembilahan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di RSUD Puri Husada Tembilahan dan RSUD Raja Musa Sungai Guntung, Kecamatan Kateman.
Di Tembilahan, lebih dari 240 anak mendapatkan pelayanan, sedangkan di wilayah Kateman/Sungai Guntung lebih dari 120 anak memperoleh layanan kesehatan.
Dengan demikian, lebih dari 360 anak terlayani dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Selain pemeriksaan jantung, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang dan status gizi anak, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua melalui kegiatan parenting, penyuluhan dan konseling.
Pemkab Inhil Perkuat Akses Kesehatan
Bupati Indragiri Hilir H Herman mengapresiasi keterlibatan IDAI Riau, para dokter spesialis dan seluruh tenaga kesehatan yang turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Herman, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menghadapi tantangan geografis Inhil yang memiliki wilayah pesisir dan akses antarkecamatan yang sebagian masih mengandalkan jalur perairan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada IDAI Riau, para dokter spesialis, serta seluruh tenaga kesehatan yang turun langsung menyapa masyarakat kami. Anak-anak adalah aset dan masa depan daerah. Menjaga kesehatan mereka merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar,” ujar Herman.
Herman menyebut perjalanan dari Tembilahan menuju Pekanbaru dapat mencapai 8 hingga 10 jam. Sementara perjalanan antarkecamatan melalui jalur perairan dapat membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam.
Untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan, Pemkab Inhil menyiapkan peresmian fasilitas Cath Lab pada 16 Oktober mendatang dengan mengundang Menteri Kesehatan RI.
Pemkab juga melakukan pembenahan secara bertahap terhadap empat rumah sakit, 30 puskesmas dan 205 puskesmas pembantu (Pustu), disertai dukungan insentif dan beasiswa pendidikan dokter spesialis.
Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting
Selain penyakit jantung dan tumbuh kembang, persoalan stunting menjadi perhatian dalam penguatan kesehatan anak di Inhil.
Herman menyebut angka stunting di Inhil masih berada di kisaran 25 persen. Menurutnya, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai sektor karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek medis.
Pernikahan usia dini, sanitasi lingkungan dan ketersediaan air bersih juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
“Baksos medis I-CARE IDAI Riau ini menjadi ikhtiar nyata untuk mengedukasi dan melakukan intervensi kesehatan anak sejak dini,” jelas Herman.
Rangkaian kegiatan “Anak Sehat, Inhil Hebat” tersebut didukung Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Baznas Inhil, Dinas Pemberdayaan Desa, RS Awal Bros dan TP PKK Kabupaten Inhil.Kegiatan turut dihadiri unsur Pemkab Inhil, DPRD, Forkopimda, Pengadilan, Kemenag, TP PKK, Baznas, IDAI Riau, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, PMI, TPPS, jajaran rumah sakit, dokter spesialis, dokter umum, paramedis serta sivitas hospitalia RSUD Puri Husada.
Bagi RSUD Puri Husada Tembilahan, meningkatnya kunjungan pasien anak sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat kapasitas pelayanan.
Melalui penguatan tenaga medis, pemanfaatan teknologi, deteksi dini, edukasi keluarga dan kolaborasi lintas sektor, rumah sakit terus diarahkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan anak yang semakin mudah diakses, aman dan berkualitas.
Sebab, deteksi dini bukan hanya soal menemukan penyakit lebih cepat, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan optimal. (R)











