RIAUTODAYS, KEMUNING – Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bergerak cepat menangani insiden terbakarnya jalur pipa gas nasional di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, pada Jumat sore (2/1/2025).
Laporan pertama kali diterima oleh dua orang anggota BPBD yang sedang bertugas di Pos Perbatasan Pengamanan Lalu Lintas (Pam Lalin) Nataru Kemuning-Jambi pada pukul 17.00 WIB.
Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan awal dan koordinasi lapangan.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memberikan perhatian serius terhadap insiden ini. Kalaksa BPBD Inhil, R. Arliansah, memimpin langsung operasi di lapangan bersama tim dari Dinas Damkar Inhil.
Beberapa langkah strategis yang telah diambil antara lain:
Pengamanan Radius Bahaya: Petugas membantu pihak Kepolisian untuk mengamankan arus lalu lintas dalam radius 3 KM dari titik api guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Evakuasi Warga: Petugas mengimbau warga di sekitar lokasi untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Koordinasi Pemutusan Aliran Gas: Kalaksa BPBD telah berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui sub-kontraktornya. Saat ini, tim teknis sedang menuju lokasi untuk memutus jalur distribusi gas agar api dapat segera padam total
Pipa yang mengalami insiden ini merupakan bagian dari Jalur Pipa Gas Nasional yang menghubungkan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Dumai.
Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R. Arliansah, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
"Kami meminta warga di sekitar Desa Batu Ampar dan sekitarnya untuk sementara menjauh dari lokasi dan mengungsi secara mandiri ke tempat yang aman. Bagi pengendara yang melintasi Jalur Lintas Timur, kami minta untuk sangat berhati-hati atau menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan kondusif dan api berhasil dipadamkan," ujarnya.
Hingga rilis ini dikeluarkan, tim gabungan masih menuju dan berada di lokasi untuk memantau situasi dan memastikan api tidak merambat ke pemukiman warga sembari menunggu proses teknis dari pihak PGN. (*/R)
