Agrinas Dikritik Makin Parah: Ketua Elang 3 Hambalang Riau Sebut Ada ‘Kongkalikong Murahan’ dalam Pengelolaan Aset Negara


RIAUTODAYS, Jakarta - Ledakan kemarahan publik pecah melalui suara lantang Ketua Elang 3 Hambalang Riau, Pebriyan Winaldi, yang menuding adanya kegagalan brutal dalam pengelolaan aset sitaan negara oleh Agrinas. 

Pebriyan tidak lagi berbicara halus. Ia menghantam langsung ke jantung persoalan: aset negara bernilai raksasa terbengkalai, dan penyebabnya bukan sekadar salah urus, melainkan diduga kuat akibat ketidakbecusan pejabat di dalam tubuh Agrinas.

“Satgas sudah jungkir balik mengamankan aset negara. Tapi di tangan Agrinas? Hancur! Banyak lahan sitaan negara yang bahkan tidak bisa dikuasai, apalagi dimanfaatkan!” tegas Pebriyan tanpa basa-basi.

Dalam pernyataannya, Pebriyan menuding ada oknum pejabat yang lebih suka mengurus aset negara seperti obrolan murahan di kedai kopi, bukan dengan standar profesional lembaga strategis. Sindirannya tajam, menusuk langsung ke arah mereka yang dianggap bermain-main dengan kewenangan.

“Apa-apaan ini? Aset negara triliunan dibicarakan seperti pesanan kopi susu! Kalau begini caranya, jangan salahkan rakyat kalau marah!” ucapnya.

Pebriyan menegaskan bahwa kerusakan pada kebun-kebun sitaan negara kini sudah di level yang tidak bisa ditoleransi lagi. Kebun yang seharusnya menjadi mesin pendapatan negara ratusan triliun per bulan justru berubah menjadi ladang kerugian akibat diabaikan.

“Ini bukan aset kecil. Ini aset negara! Hancur karena ketidakmampuan, dan itu fatal. Sangat fatal,” serunya.

Karena itu, Pebriyan mendesak Presiden untuk mencopot pejabat Agrinas yang tidak berkompeten dan melakukan bersih-bersih internal tanpa kompromi.

“Perintah Presiden jelas. Kalau tidak mampu, mundur! Jangan sampai negara rugi karena ulah segelintir orang yang tidak paham amanah,” tambah Pebriyan dengan nada membakar.

Pernyataan lantang Pebriyan langsung menggelinding menjadi bola panas. Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah untuk menyelamatkan aset sitaan negara sebelum semuanya benar-benar jatuh ke jurang kehancuran. (*/R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Diskominfo PS Inhil

Nov

Formulir Kontak